Featured Video

Home » » Wow... Biaya STNK di Shanghai Seharga Satu Mobil!

Wow... Biaya STNK di Shanghai Seharga Satu Mobil!

Written By remi on Tuesday, December 18, 2012 | 5:02 AM

Kaskus - The Largest Indonesian Community - Berita Luar Negeri
Tempat diskusi mengenai berita dari luar negeri.
Wow... Biaya STNK di Shanghai Seharga Satu Mobil!
Dec 18th 2012, 12:54

inilah..com, Shanghai â?? Gemerlap kota Shanghai yang modern kini diimbangi oleh pemerintah setempat dengan meningkatkan pendapatan daerah. Salah satunya, melalui pajak surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan pelat nomor mobil yang sangat mahal.

Untuk mendapatkan satu STNK mobil, pemilik mobil harus mengeluarkan uang seharga satu buah mobil sedan keluarga. Dan, harga semahal itu ternyata diprediksi pebisnis mobil, akan naik terus di tahun-tahun mendatang.

Kebijakan Pemda Shanghai ini mirip dengan yang diterapkan negara kota Singapura yang membebankan biaya kepemilikan mobil (certificate of entitlement/COE) semahal harga mobilnya. Rata-rata harga mobil plus COE-nya sekitar 300% dari harga mobil di Indonesia.

Tapi untuk mendapat pelat mobil, Shanghai menerapkan kebijakan unik. Pelat nomor dilelang pada setiap bulan. Sabtu pekan lalu misalnya, harga sebuah pelat mobil naik sebesar 3,58% dari harga November menjadi 69,346 yuan (US$ 11.000, atau mendekati Rp 100 juta), ujar pegawai Pemda Shanghai kepada China Daily, Senin (17/12/2012).

Permintaan kuat di antara warga Shanghai yang nafsu membeli mobil serta peraturan Pemda untuk mengurai kemacetan Shanghai, dipercaya menjadi pendorong menanjaknya harga pelat mobil.

â??Sejauh ini, ya inilah instrumen paling efektif mengatasi kemacetan,â?? ujar Feng Shiming, analis pasar mobil, yang juga membandingkan kemacetan di Beijing dan Guangzhou.

Warga Shangai menghabiskan waktu rata-rata 47 menit untuk berkendara pulang pergi dari rumah ke kantor, menurut laporan Urbanisasi China yang dilakukan oleh Akademi Sain China. Waktu 47 menit ke kantor itu hanya lebih lambat satu menit daripada angka yang disurvei di Guangzhou atau Beijing.

Shanghai pertama kali mengenalkan sistem lelang untuk mengendalikan pasokan nomor mobil, sementara Beijing menerapkan sistem lotere. Dan Guanzhou menerapkan sistem yang serupa dengan Shanghai pada tahun ini.

Dibandingkan dengan di Jakarta, upaya mengatasi kemacetan seperti itu tentu sangat berat. Sebab, Jakarta hanya baru rencana menerapkan ketentuan nomor mobil ganjil-genap. [tjs]

http://web.inilah..com/read/detail/1...rga-satu-mobil

di terapkan di sini waduh bisa menjerit semua

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Blogger Themes